top of page

Terapi Relaksasi Bensom


Dr. Pipin Sumantrie. SKp., M.Kep.

Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Advent Surya Nusantara, Pematangsiantar


*Correspondence Author:

Email: pipinsitorus99@gmail.com Phone cell. 085373183251



Akhir-akhir ini kita sangat sering mendengar dan menemukan berbagai macam alternative terapi yang katanya dapat mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit, yang terdapat di berbagai kota-kota yang ada diseluruh Indonesia. Berbagai macam terapi tersebut di sinyalir dapat membantu mengatasi berbagai keluhan yang disampaikan oleh masyarakat yang datang ke pusat terapi tersebut. Kebanyakan dari terapi tersebut menggunakan alat pijat termal otomatis. Alat ini memancarkan sinar inframerah dari batu giok untuk membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan. Disampaikan oleh petugas terapi tersebut, terapi tersebut dapat  membantu meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan, relaksasi otot, dan masih banyak lagi manfaat yang disampaikan oleh petugas terapi tersebut. Ini adalah salah dari sekian banyak bentuk terapi yang ada yang dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.  Kalau kita kaji ulang kenapa masyarakat datang untuk menerima manfaat akan terapi tersebut, alasannya adalah oleh karena mereka ingin mengobati keluhan yang mereka alami tampa menggunakan terapi farmakologi (obat-obatan). Pertanyaannya adalah apakah keluhan yang kita alami atau rasakan dapat sembuh tampa mengunakan obat-obatan. Jawabannya adalah bisa, ini yang disebut dengan terapi nonfarmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang tidak perlu membutuhkan biaya besar, bahkan harus sampai membeli alat-alat yang begitu mahal, adalah terapi Relaksai Benson.

 

Apa itu terapi relaksasi Benson

Ini adalah terapi  non farmakologi dapat dilakukan secara sederhana, mudah untuk dipelajari dan sangat mudah untuk diterapkan. Penderita yang mengalami gejala nyeri akibat patologis penyakit yang di derita, maupun kecemasan akibat kondisi penyakit yang dialaminya, akan perlahan-lahan dapat hilang, jika melakukan tindakan terapi tersebut. Dengan kata lain terapi relaksasi benson bermanfaat untuk  mengatasi gangguan rasa nyaman nyeri, mengurangi kecemasan, dan menurunkan ketegangan otot dan tulang. Dengan kata lain terapi ini sangat membantu individu yang sedang mengalami gangguan  rasa tidak nyaman pada tubuh.

 

Manfaat terapi relaksasi Benson telah banyak dilakukan dibuktikan melalui berbagai macam penelitian. Dimana tujuan penelitian ini, ingin membuktikan efektifitas terapi relaksasi benson tersebut dala  mengatasi gejala nyeri dan cemas, akibat  keadaan patologis tubuh. diantaranya adalah penelitain yang dilakukan oleh:


No

Penulis

Intervensi

Tujuan

Hasil

1

Cornelia & Ignasia (2022)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien post operasi fraktur femur yang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta tahun 2022.

setelah dilakukan intervensi didapatkan hasil terdapat penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien fraktur femur dari nyeri skala 10 menjadi nyeri skala 4.

2

Mustaqim & Purwaningsih (2022)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien pre operasi low back pain di RSUP Dr Sardjito tahun 2022

Didaapatkan hasil nyeri akut pasien pre operasi Low Back Pain (LPB) menurun dari nyeri skala 6 menjadi skala 3. Dari hasil studi kasus yang diterapkan ke pasien sebanyak 3 kali sehari dengan frekuensi 3 kali sehari dalam durasi selama 30 pada pasien pasien pre operasi Low Back Pain (LPB) terapi benson efektif untuk menurunkan intensitas nyeri akut dengan hasil nyeri yang tadinya skala 6 menjadi skala 3.

3

Syifa & Yovita (2024)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien HNP (Hernia Nucleus Pulposus) di Rumah sakit X jakarta tahun 2024

Berdasarkan hasil yang diperoleh, Teknik relaksasi benson cukup efektif untuk mengurasi rasa nyeri akut pada pasien Hernia Nucleus Pulposus.

4

Dwi, Senja & Anik (2023)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien post operasi fraktur tibia fibula di ruang bedah khusus di RSUD Jend Ahmad Yani Kota Metro Tahun 2023

Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan relaksasi benson selama 2 hari dengan waktu 15 menit, terjadi penurunan skala nyeri pada kedua subyek penerapan, yaitu subyek I dari skala nyeri 6 (enam) menjadi 4 (empat) dan pada subyek II dari skala nyeri 5 (lima) menjadi 3 (tiga).

5

Berliana syarif (2024)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien post orif fraktur femur di ruangan bedah trauma center RSUP DR. Mdjamil Padang

setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari diperoleh hasil terjadinya penurunan skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 3

6

Novia & Machmuda (2021)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien Post Sectio Caesarea di RSUP DR. Kariadi Semarang

Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan relaksasi benson, terjadi penurunan skala nyeri pada kedua subyek penerapan, yaitu subyek I dari skala nyeri 4 (empat) menjadi 2 (dua) dan pada subyek II dari skala nyeri 5 (lima) menjadi 3 (tiga).

7

Dimas, Anik & Sapti (2024)

Relaksasi Benson

Untuk mengetahui apakah ada penurunan skala nyeri dengan Teknik Relaksasi Benson pada pasien post operasi appendiktomi ri ruang bedah RSUD. Jendral Ahmad Yani Kota Metro tahun 2024

Hasil penerapan menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan relaksasi benson, terjadi penurunan skala nyeri pada kedua subyek penerapan, yaitu subyek I dari skala nyeri 5 (lima) menjadi 2(dua) dan pada subyek II dari skala nyeri 6 (enam) menjadi 2 (dua).

 

Melalui beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar, maka dapat kita simpulkan, bahwa terapi relaksai benson memiliki hubungan yang erat dalam mengurangi rasa nyeri yang dialami, bahkan mengurangi tingkat kecemasan.

 

Bagaimana teknik relaksasi benson tersebut dilakukan?

Relaksasi Benson ialah terapi non farmakologi dapat dilakukan secara sederhana, mudah untuk dipelajari dan sangat mudah untuk diterapkan. Dimana terapis akan mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan napas dalam yang disertai dengan penambahan unsur keyakinan dalam bentuk kata-kata. Relaksasi ini diyakini dapat mengatasi atau mengurangi kecemasan, menurunkan ketegangan otot dan tulang, serta secara tidak langsung dapat mengurangi nyeri dan menurunkan ketegangan yang berhubungan dengan fisiologis tubuh.

 

Prosedur dalam melakukan relaksasi ini sangatlah sederhana dan tidak memerlukan alat-alat khusus, seperti relaksasi yang lain, yang sering kita temukan di beberapa kota yang ada di seluruh Indonesia.. adapun prosedur yang akan di lakukan adalah sebagai berikut:

1.     Ciptakan lingkungan tenang dan nyaman.

2.     Anjurkan klien mengambil posisi yang dirasakan paling nyaman dipaksakan sehingga tidak ada ketegangan.

3.     Anjurkan klien untuk memejamkan mata dengan pelan tidak perlu untuk.

4.     Anjurkan klien untuk merelaksasikan tubuhnya untuk mengurangi ketegangan otot, mulai dari kaki sampai ke wajah.

5.     Lemaskan kepala, leher, dan pundak dengan memutar kepala dan mengangkat pundak perlahan-lahan.

6.     Anjurkan klien mulai bernafas dengan lambat dan wajar lalu Tarik nafas melalui hidung, beri waktu 3 detik untuk tahan nafas kemudian hembuskan nafas melalui mulut sambil mengucapkan kalimat yang dapat membantu klien menjadi lebih tenang seperti kalimat mengucap syukur, memohon kesembuhan dari Tuhan Allah, mengingat janji-janji Tuhan akan kesembuhan, bagi kaum muslim dengan berdziir atau sholawat Ulangi sampai klien merasa tenanga dan rileks serte nyeri berkurang.

7.     Klien diperbolehkan membuka mata untuk melihat. Bila sudah selesai tetap berbaring dengan tenang beberapa menit, mula-mula mata terpejam dan sesudah itu mata dibuka.

8.     Dilakukan 2 kali sehari selama 15- 30 menit.

 

Terapi relaksasi benson sangat mudah untuk di lakukan, bukan hanya mudah, namun tidak membutuhkan biaya yang besar. Terapi ini lebih banyak berkaitan dengan keyakinan kita bahwa kondisi yang kita alami akan secara perlahan membaik, jika kita memiliki Iman. Keyakinan akan sembuh adalah prosedur yang harus dimiliki oleh mereka yang mengalami gangguan rasa nyaman tersebut. Melalui memiliki keyakinan, bahwa kita akan memperoleh sesuatu yang jauh lebih baik, kita akan memperolehnya.

 

Ketika kita berkomunikasi dengan Tuhan yang kita sembah. Dengan penuh keyakinan, maka kita akan memperoleh apa yang kita mintakan,  karena Tuhan kita berjanji “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu”.

Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page