top of page

Dampak Pelukan Kasih Sayang Terhadap Kesehatan Fisik

Dr. Pipin Sumantrie. SKp., M.Kep.

Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Advent Surya Nusantara, Pematangsiantar


*Correspondence Author:

Email: pipinsitorus99@gmail.com Phone cell. 085373183251


Dalam kehidupan sehari hari sebagai manusia, kita sangat membutuhkan suatu perhatian dari sesama manusia, apakah itu perhatian dari pasangan kita, perhatian dari anak, perhatian dari keluarga dekat, maupu perhatian dari masyarakat  sekitar. Perhatian ini dapat kita rasakan dari bentuk kasih sayang yang di berikan.  Kasih sayang adalah perasaan cinta dan kepedulian tulus terhadap orang lain atau makhluk hidup, yang diwujudkan melalui tindakan dan sikap seperti memberikan perhatian, waktu, dukungan, dan kenyamanan. Perasaan ini sering kali muncul perlahan dan mengarah pada rasa aman serta hubungan yang lebih mendalam, serta memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental.

 

Bentuk kasih sayang yang nyata dapat kita lihat dari perkataan, maupun tindakan nyata yang kita rasakan. Salah satu bentuk kasih sayang yang  nyata dapat kita tunjukkan dengan memberikan suatu pelukan hangat bagi orang yang kita cintai. Dibeberapa kota besar di Eropa, bentuk pemberian pelukan ini sangat sering kita jumpai, ada beberapa jasa pelukan gratis yang di berikan oleh para relawan kasih sayang. Dan banyak masyarakat yang berterimakasih karena mereka mendapat layanan pelukan kasih sayang ini. Kita tidak mengetahui bahwa banyak di sekitar kita yang merasa kesepiaan, dan sangat membutuhkan perhatian, ketika mereka mendapatkan pelukan yang tulus, itu sudah dapat mengurangi beban yang sedang mereka alami.

 

Pelukan adalah bentuk ekspresi kasih sayang yang sederhana namun sangat bermakna. Dalam banyak budaya, pelukan dianggap sebagai cara untuk menunjukkan cinta dan dukungan. Namun, dampak pelukan tidak hanya terbatas pada aspek emosional. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pelukan dapat memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan fisik seseorang. kita akan membahas berbagai dampak pelukan kasih sayang terhadap kesehatan fisik, disertai dengan hasil penelitian yang relevan. Pelukan diberikan dengan bersentuhan  fisik di mana dua orang saling mendekatkan tubuh mereka, biasanya dengan lengan yang melingkar di sekitar satu sama lain. Tindakan ini sering kali melibatkan sentuhan kulit ke kulit, yang memiliki efek fisiologis dan psikologis yang mendalam. Kasih sayang, disisi lain, adalah perasaan cinta dan perhatian yang kuat terhadap orang lain, yang dapat diekspresikan melalui berbagai cara, termasuk pelukan.


Pelukan yang di berikan juga sangat berkontribusi bagi kesehatan mental yang menerima pelukan tersebut, dan jika kesehatan mental seseorang sudah baik, maka itu akan berkontribusi juga bagi kesehatan fisiknya. Pelukan dapat

meningkatkan kadar hormon oxytocin, yang dikenal sebagai "hormon cinta." Hormon ini berperan dalam mengurangi stres, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengurangi kecemasan.

 

Banyak Penelitian yang telah dilakukan, yang memberikan bukti, bahwa dengan merasakan pelukan, maka seseorang tersebut akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Sebuah penelitian oleh Keltner dan Haidt,  menunjukkan bahwa interaksi sosial yang positif, termasuk pelukan, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini menemukan bahwa individu yang sering menerima pelukan dari orang yang mereka cintai memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan lebih mampu mengatasi masalah sehari-hari. Hal ini terjadi karena pada saat tubuh menerima pelukan hangat, maka system imun akan terbentuk, dan tubuh mereka cenderung merespons dengan lebih baik terhadap infeksi dan penyakit.

 

Selain meningkatkan imun, dampak pelukan juga dapat meningkatkan berbagai peningkatan kesehatan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of Psychosomatic Research, peneliti menemukan bahwa orang dewasa yang sering mendapatkan pelukan dari pasangan mereka mengalami penurunan risiko terkena flu. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelukan dapat meningkatkan produksi antibodi, yang berperan penting dalam melawan infeksi. Pelukan juga dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kesehatan jantung adalah salah satu aspek penting dari kesehatan fisik. Pelukan dapat memiliki efek positif pada kesehatan jantung. Ketika kita berpelukan, tekanan darah kita cenderung menurun, dan detak jantung menjadi lebih stabil.  Sebuah studi yang dilakukan menemukan bahwa pasangan yang berpelukan selama 20 detik mengalami penurunan tekanan darah dan peningkatan kadar oxytocin. Penurunan tekanan darah ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

 

Pelukan juga dapan memberikan efek terhadap penurunan rasa nyeri. Ketika kita berpelukan, tubuh kita melepaskan endorfin, yang dikenal sebagai "hormon kebahagiaan." Endorfin dapat membantu mengurangi rasa sakit dan memberikan rasa nyaman. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Pain, menunjukkan bahwa pasien yang menerima dukungan emosional melalui pelukan dari orang terkasih melaporkan tingkat nyeri yang lebih rendah setelah prosedur medis. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan emosional dapat berkontribusi pada pengurangan nyeri fisik.

 

Dampak berikut dari pelukan yang kita berikan atau kita terima adalah dapat meningkatkan kualitas tidur. Kualitas tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan fisik. Pelukan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dengan menciptakan rasa aman dan nyaman. Ketika kita merasa dicintai, kita cenderung lebih mudah untuk tidur dan mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Hasil Penelitian juga menemukan, bahwa pasangan yang tidur berpelukan memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidur terpisah. Hormon oxytocin yang dilepaskan selama pelukan juga berkontribusi pada relaksasi dan tidur yang lebih nyenyak.

 

Begitu banyak dampak pelukan yang akan di rasakan, bukan hanya bagi kesehatan, namun juga bagi hubungan dengan pasangan, maupun anak kita. Pelukan yang sering di berikan bagi keluarga dekat seperti anak kita, akan berdampak atas kesehatan mental anak tersebut. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014,  menunjukkan bahwa anak-anak yang sering dipeluk oleh orang tua mereka memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah dan lebih mampu membentuk hubungan sosial yang sehat. Pelukan membantu membangun ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak, yang penting untuk perkembangan psikologis yang positif. Dengan memberikan pelukan makan tingkat stress yang di alami akan berkurang, dengan berpelukan dengan pasangan mereka selama periode stress, akan menurunkan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima dukungan emosional. Ini menunjukkan bahwa pelukan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi stres sehari-hari.

 

Pelukan adalah suatu ekpresi yang sangat sederhana, namun memiliki dampak kesehatan yang luar biasa. Dari meningkatkan sistem imun hingga menurunkan risiko penyakit jantung, manfaat pelukan sangat luas. Selain itu, pelukan juga berkontribusi pada kesehatan mental, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan fisik secara keseluruhan. Dalam dunia yang terus berubah dan penuh tekanan, penting untuk tidak melupakan kekuatan sederhana dari pelukan. Oleh karena itu, mari kita terus berbagi kasih sayang melalui pelukan, tidak hanya untuk kesehatan kita sendiri tetapi juga untuk orang-orang yang kita cintai.

 

Dengan berbagai penelitian yang mendukung manfaat pelukan, kita dapat menyimpulkan bahwa tindakan sederhana ini memiliki makna yang lebih dalam daripada yang kita bayangkan. Mengambil waktu untuk berpelukan dengan orang terkasih bukan hanya memberikan kenyamanan emosional, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan fisik yang lebih baik. Maka, mari kita rayakan kasih sayang dalam bentuk pelukan, karena cinta yang tulus tidak hanya membuat kita merasa baik, tetapi juga membuat kita lebih sehat.

 

Kasih sayang adalah sebuh anugerah yang Tuhan telah berikan kepada manusia, Ia sangat mengasihi kita sebagai manusia ciptaanNya, Tuhan juga ingin kita menunjukkan rasa cinta kita kepada sesama. Rasul Paulus menuliskan dalam 1 Corinthians 13:4-7 “Cinta itu sabar dan baik hati; cinta tidak iri atau menyombongkan diri; itu tidak sombong atau kasar. Ia tidak memaksakan jalannya sendiri; ia tidak mudah tersinggung atau kesal; ia tidak bersukacita karena perbuatan salah, tetapi bersukacita karena kebenaran. Kasih menanggung segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Biarlah kita selalu menunjukkan rasa kasih saying kita kepada sesama,  kenakanlah cinta, yang menyatukan segala sesuatu dalam harmoni yang sempurna.



Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page