top of page

Pola Makanan Sehat


Dr. Pipin Sumantrie. SKp., M.Kep.

Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Advent Surya Nusantara, Pematangsiantar


*Correspondence Author:

Email: pipinsitorus99@gmail.com Phone cell. 085373183251


Tubuh kita terdiri atas miliaran bahkan triliunan sel-sel, kumpulan sel akan membentuk suatu organ-organ didalam tubuh kita, salah satu organ yang ada dalam tubuh kita adalah organ system pencernaan. Sumiyati dkk (2021), menjelaskan bahwa sistem pencernaan kita terdiri atas mulut, esofagus, lambung, duodenum, usus besar, hati, limpa dan pancreas, anus. Berbicara tentang sistem pencernaan maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah alat tempat memproses semua makanan yang masuk kedalam tubuh kita. Kualitas tubuh kita tergantung dengan kualitas makanan yang masuk dalam tubuh kita. Apabila kita salah memasukkan jenis makanan,  ataupun menjaga organ system pencernaan kita, maka berbagai macam penyakit akan kita derita, bahkan penyakit kronis yang berbahaya seperti kanker akan kita derita.

 

Kanker adalah penyakit berbahaya dan mematikan. Jika membicarakan kanker, kebanyakan orang lebih banyak mengkhawatirkan kanker payudara, kanker serviks dan kanker prostat. Padahal ada jenis kanker berbahaya namun jarang diketahui masyarakat, yaitu kanker sistem pencernaan. Kanker pada system pencernaan bisa menyerang mulut, esofagus, lambung, duodenum, usus besar, hati, limpa pancreas, bahkan anus. Salah satu penyebab terjadinya kanker pada system pencernaan adalah oleh karena makanan yang kita konsumsi kurang berkualitas, ataupun kebiasaan makan yang kurang baik.

 

Makanan yang kita konsumsi selama ini, akan mempengaruhi kondisi tubuh kita dimasa yang akan datang. Kualitas makanan yang tidak menyehatkan dan sembrono dalam penyajian akan menciptakan kualitas jenis darah yang tidak  baik. Darah kotor pasti akan melemahkan kuasa intelek dan moral, dan membangkitkan serta menguatkan nafsumu yang tak terkendalikan itu. Makanan yang menyehatkan bukanlah dilihat dari banyaknya jenis makanan yang terdapat diatas meja makan kita. Engkau menaruh makanan diatas meja makan yaitu makanan yang membebani alat pencernaan, membangkitkan hawa nafsu, melemahkan daya pikir dan moral. Makanan mewah dan makanan daging tidak berguna bagimu. Makanan yang merangsang dan kacau susunannya akan memanaskan darah, merangsang saraf, sering menumpulkan  persepsi moral sehingga pertimbangan sehat dan hati nurani di tunjang oleh keinginan nafsu.

 

Orang-orang yang membiasakan diri dengan makan makanan yang mewah dan merangsang mempunyai selera yang tidak alamiah, sehingga mereka tidak dapat menikmati makanan bergizi yang sederhana. Jika perut di bebani dengan terlalu banyak makanan, walaupun jenisnya sederhana, tenaga otat dimanfaatkan untuk membantu proses pencernaan, itulah sebabnya otak menjadi lemah, dikarenakan  energy akan dipakai untuk membantu proses pencernaan.

 

White (2015), menjelaskan bahwa dalam mengkonsumsi makanan setiap kali makan, janganlah terlalu banyak ragam makanan tersedia diatas meja makan, tetapi makan setiap hari janganlah terdiri dari makanan yang sama tanpa variasi. Usahakanlah dalam setiap kali makan, terdiri atas makanan yang segar, atau yang baru selesai dimasak. Makanan harus disediakan dengan cara yang sederhana. Namun cita rasa yang mengundang selera jangan sampai diabaikan. Jauh lebih baik kalau hanya memakan dua atau tiga ragam makanan sekali makan, dari pada mengisi perut itu dengan berbagai-bagai ragam makanan yang akan menyebabkan gangguan pada system pencernaan kita.

 

Janganlah memakan makanan yang sangat panas, atau sangat dingin. Atau bersamaan memakan makanan yang sangat panas, dan kemudian mengakhirinya dengan makanan yang sangat dingin, hal tersebut sangat tidak menyehatkan system pencernaan kita. Jikalau makanan itu dingin tenaga inti perut digunakan untuk memanaskannya sebelum pencernaan dimulai. Minuman dingin sangat berbahaya dengan alasan yang sama, sementara minuman panas melemahkan.

 

Dalam hal frekuensi makan setiap harinya, ini tergantung pola kebiasaan makan dan jenis pekerjaan serta kualitas makanannya. Namun pola makan dua kali sehari dengan memperhatikan kecukupun nutrisi dalam setiap kali makan, dengan tidak berlebihan akan jauh lebih baik. Mereka yang mau mengubah kebiasaan makan tiga kali sehari menjadi dua kali, pada mulanya akan terganggu dan merasa lemah, khususnya pada waktu jam makan yang ketiga yang biasanya mereka lakukan. Tetapi jikalau mereka bersabar untuk sementara, rasa lemah ini akan hilang juga. Apabila kita berbaring untuk beristirahat, perut seharusnya sudah selesai bekerja, supaya ia dapat menikmati istirahat sebagaimana bagian tubuh lainnya. Perut dapat didik begitu rupa untuk menginginkan makanan empat sampai lima kali sehari, dan ia akan merasa letih kalau seandainya keinginan makan tersebut tidak di sanggupi, namun kondisi tersebut akan sangat merugikan kesehatan kita, karna alat pencernaan tersebut terus bekerja tampa henti.

 

Dalam banyak kasus penyakit, obat yang paling mujarab ialah agar pasien berpuasa satu atau dua kali makan, supaya alat pencernaannya yang sudah lama kerja lembur tersebut mempunyai waktu untuk beristirahat. Acapkali kalau seseorang perpuasa total untuk waktu singkat, lalu memakan makanan yang sederhana dengan cara yang sederhana pula, itu dapat menyembuhkan penyakit secara alamiah. Hal ini dapat kita analogikan dengan sebuah mesin yang hampir rusak oleh karena kemasukkan beberapa cairan yang tidak sesuai dengan kebutuhan cairan mesin tersebut. Untuk memperbaiki mesin tersebut maka hal yang terbaik dilakukan adalah dengan cara membersihkan mesin tersebut sampai benar-benar tidak ada lagi cairan yang tidak sesuai dengan kebutuhan mesin tersebut, setelah bersih baru kita masukkan cairan yang sesuai dengan kebutuhan mesin tersebut. Begitu juga dengan sistem pencernaan kita, apabila kebiasaan berpuasa kita lakukan secara rutin, maka kita dapat membersihkan sistem pencernaan kita secara berkala.

 

Tipe pola makan dua kali ternyata didasarkan pada psikologi pelik tubuh manusia. Yaitu harus ada jeda dari makan pertama sebelum menyantap makanan berat lain. Jadi Anda harus menunggu perut kosong agar timbul sensasi lapar yang optimal. Biasanya, makanan tinggal di dalam perut selama lima hingga enam jam. Kesimpulannya, makan sehari dua kali bisa memberikan waktu bagi perut untuk lebih banyak beristirahat. Selain itu pola makan dua kali sehari dapat memberikan kesempatan pada perut untuk beristirahat selama 12 jam. Nah, sepanjang waktu inilah tubuh dapat menyimpan enzim yang ia butuhkan, memperbarui selaput lendir dan memperbaiki fungsi normal kontraksi dari sistem pencernaan.

 

Perut harus mendapat perhatian yang penuh. Janganlah perut itu senantiasa bekerja secara nonstop. Setelah perut itu bekerja melaksanakan tugasnya mencerna makanan, janganlah segera memberikan pekerjaan baru padanya sebelum ia mempunyai cukup getah lambung yang disediakan untuk memproses makanan yang berikutnya. Harus ada waktu istirahat alat system pencernaan miminal 5 jam, agar lambung dapat berinstirahat, dan energy tubuh dapat dipergunakan untuk aktifitas yang lainnya. Dan ingatlah bahwa jika kita mencoba untuk makan dua kali sehari, itu akan lebih baik dari pada tiga kali sehari.

 

Banyak orang  telah terlanjur memiliki suatu kebiasaan yang salah dalam tradisi makan malam, bahkan sampai larut malam, mereka mungkin sudah makan tiga kali sehari, namun karena ada rasa lelah, seakan-akan merasa lapar, mereka tergoda untuk makan ke empat kalinya. Dengan kebaisaan yang salah ini, akan berdampak terhadap suatu kebiasaan yang buruk. Mereka merasa seolah-olah tidak dapat tidur jika mereka tidak tutup harinya dengan makan sebelum tidur. Perut yang malang tersebut akan mengalami kelelahan, oleh karena mereka dipaksa untuk terus bekerja tampa henti-hentinya, bahkan pada saat jam-jam tidur, sehingga jam tidur tersebut akan mengalami gangguan dengan mimpi dimalam hari, bahkan berdampak tidak segarnya pada saat bangun pagi, bahkan cendrung mengalami kelelahan.

 

Bagaimana menu makanan yang sebaiknya di konsumsi oleh mereka yang membiasakan makan dua kali sehari. Banyak orang berpendapat bahwa kebiasaan makan malam bahkan larut malam tidaklah menyalahi aturan kesehatan, tetapi fakta mengatakan bahwa makan malam bukanlah sesuatu kebiasaan yang menyehatkan, bahkan cendrung akan melemahkan system tubuh. Oleh sebab itu makan pagi dan siang adalah sesuatu yang perlu untuk diperhatikan kualitas jenis makanannya. Porsi makan pagi harus memiliki kualitas gizi yang penuh, hal ini dikarenakan kita akan beraktifitas penuh sepanjang hari. Tidak disarankan kualitas sarapan pagi hanya sekedar, yang terdiri atas  segelas susu atau kopi, beserta  gorengan, karena makanan tersebut sangat tidak mencukupi kebutuhan nutrisi kita sepanjang hari. Kita harus merawat alat pencernaan. Janganlah memaksanya dengan berbagai-bagai macam makanan. Dia yang memaksa dirinya dengan berbagai macam makanan, dalam sekali makan, berarti dia menyakiti dirinya sendiri. Alat pencernaan kita memegang peranan penting dalam menunjang kebahagian dalam kehidupan kita.

 

Salah satu contoh yang terdapat dalam Alkitab dalam hal menjaga kualitas makanan adalah cerita tentang pengalaman Daniel, dan teman-temannya. Dimana Daniel dan teman-temannya berusaha untuk menjaga tubuh mereka dengan tidak mencemarkan tubuh mereka dengan makanan-makanan mewah yang disediakan oleh Raja, mereka memilih makanan yang sederhana yang terdiri atas sayur-sayuran dan buah-buahan, hal ini berdampak terhadap kondisi tubuh mereka yang prima dibanding dengan orang-orang muda yang lain yang mengkonsumsi makanan hidangan Raja. Daniel dan teman-temannya mematuhi Allah. Daniel dan teman-temannya tampak lebih sehat dibandingkan pemuda-pemuda lainnya.

 

Karena itu saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasehati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati. Jika engkau makan, atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan segala sesuatu, lakukanlah  semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan. (1 Korintus 10:31)


Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page