Dampak Makanan Kalengan Bagi Tubuh
- David Syahputra
- Feb 6
- 5 min read

Dr. Pipin Sumantrie. SKp., M.Kep.
Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Advent Surya Nusantara, Pematangsiantar
*Correspondence Author:
Email: pipinsitorus99@gmail.com Phone cell. 085373183251

Hutapea (2005), menjelaskan bahwa tubuh kita yang kita miliki pada saat ini, terdiri atas trilliunan sel yang membentuk suatu jaringan dalam tubuh, kemudian jaringan tersebut membentuk suatu organ, dan kumpulan dari beberapa organ akhirnya membentuk suatu tubuh manusia yang sempurna. Sel yang terdapat dalam tubuh kita adalah mahluk hidup yang terkecil, segala kegiatan yang kita lakukan sehari-hari sebenarnya terjadi pada tingkat sel itu sendiri, sebagai contoh sewaktu anda membaca artikel ini, sel batang (rod) dan sel kerucut (cone) mata andalah yang menerima bayangan huruf-huruf tulisan ini, lalu mengirimkannya ke otak untuk diterjemahkan disana, sewaktu anda memikirkan makna kalimat ini, maka sel-sel otaklah yang membuat anda mengerti. Sel yang ada dalam tubuh kita sangat membutuhkan nutrisi, agar dapat bertumbuh dengan sempurna, oleh sebab itu, semua makanan yang masuk kedalam tubuh kita, itu semuanya adalah untuk pertumbuhan sel tersebut.
Tubuh kita terbentuk, tergantung dengan makanan yang masuk kedalam tubuh, apabila kita memasukkan makanan yang sehat dan bergizi, maka itu akan mempengaruhi kondisi tubuh kita, namun sebaliknya, jika kita memasukkan makanan yang tidak menyehatkan, maka itu juga akan mempengaruhi kondisi kesehatan dalam tubuh kita. Sebagai ilustrasi mengenai perawatan tubuh, mungkin kita pernah memiliki sebuah kendaraan baik roda dua maupun roda empat, apabila kendaraan tersebut kita rawat dengan baik, dan selalu membawa kendaraan tersebut untuk melakukan perawatan berkala, serta memasukkan bahan bakar yang sesuai ketentuan kendaraan tersebut, bahkan bahan bakar yang berkualitas tinggi, maka kendaraan tersebut akan tetap terawat, bahkan jarang mengalami kerusakan mesin yang berarti. Sehingga ketika kita melakukan perjalanan, kita tidak akan pernah mengalami kendala pada saat menggunakan kendaraan tersebut. Begitu juga dengan kondisi tubuh kita, apabila kita merawatnya dengan baik, serta memasukkan sumber-sumber makanan yang bergizi, maka tubuh kita tersebut akan tetap terpelihara kesehatannya.

Pada saat ini banyak masyarakat yang tidak mau ambil pusing dengan penyediaan bahan makanan yang menyehatkan bagi tubuhnya, sehingga banyak orang ingin sesuatu yang instan, sehingga tidak mau lagi direpotkan dalam hal penyediaan makanan. Padahal jika kita melihat lingkungan sekitar kita, bahkan karakter budaya lingkungan sekitar kita, pasti kita akan menemunkan banyak sekali sumber-sumber makanan yang menyehatkan yang tersedia di Pasar-pasar tradisional yang ada di sekitar kita, dimana kita akan menemukan berbagai bahan-bahan makanan yang masih segar, untuk kita miliki, bukan hanya pasar tradisional yang banyak kita temukan disekitar kita, kita juga dapat memanfaatkan lahan pekarangan kita dengan menanam berbagai macam sayur-sayuran, buah-buahan bahkan kebutuhan sehari-hari kita.
Letak geografis kita sangat berbeda jauh dengan kondisi saudara-saudara kita yang tinggal di Eropa, yang memiliki berbagai macam musim, sehingga mereka pada umumnya melakukan penimbunan bahan makanan, agar mereka tidak mengalami kelaparan, sehingga berbagai macam jenis makanan kalengan, bahkan makanan yang diawetkanlah yang terdapat didalam lemari persediaan makanan mereka.
Jika kita melihat kondisi makanan kalengan, maka kita akan menemukan fakta bahwa, kondisi nutrisi makanan kalengan tersebut jauh lebih rendah dari makanan segar yang kita peroleh dari pasar-pasar tradisional, bahkan dari pekarangan kita masing-masing, bahkan ada beberapa jenis makanan kalengan yang kandungan gizinya sudah rusak, bahkan tidak terdapat lagi kandungan gizi, dalam makanan kalengan tersebut. Berikut kita akan membahas bagaimana proses makanan kalengan tersebut di produksi. Produk makanan yang akan dikemas dalam bentuk kalengan, pada umumnya adalah jenis makanan hewani, sayuran, bahkan buah-buahan.

Makanan tersebut yang dalam kondisi normal, apabila tidak di strerilkan atau diawetkan, akan mengalami pembusukkan dalam waktu 3 sampai 5 hari. Dalam proses strelisasi produk makanan yang di kalengkan, maka akan dilakukan dengan proses mematikan mikroba yang ada dalam makanan tersebut sebelum di kemas dalam kaleng, hal ini bertujuan agar mikroba tersebut tidak menyebabkan terjadinya pembusukkan makanan yang nantinya dikemas dalam kaleng. Ada dua jenis proses sterilisasi yang sering digunakan dalam mematikan mikroba yaitu strerilisasi total, maupun strerilisasi komersial.
Sterilisasi Total: biasanya digunakan untuk peralatan-peralatan medis, yang bertujuan untuk mematikan semua mikroba, sehingga peralatan tersebut dapat aman digunakan untuk tindakan pembedahan, maupun tindakan medis lainnya.
Strerilisasi Komersial: strerilisasi komersial inilah yang sering dilakukan oleh beberapa perusahaan makanan/minuman, untuk memproses produk makanan kalengan. Bagaimana proses strerilisasi komersial tersebut dilakukan:
Proses strerilisasi adalah kondisi dimana sebagian besar mikroba telah mati dan terkadang masih terdapat beberapa mikroba yang tetap hidup setelah pemanasan.
Kondisi dalam kemasan (kaleng/botol/retort pouch) selama penyimpanan tidak memungkinkan mikroba tumbuh dan berkembang biak
Proses strerilisasi bertujuan agar mikroba yang terdapat dalam produk makanan di inaktifkan agar tidak membahayakan tubuh.
Apabila proses pemanasan pada strerilisasi komersial tersebut tidak sempurna dilakukan, maka mikroorganisme tersebut akan menjadi aktif kembali, sehingga menyebabkan produk makanan kalengan tersebut akan membusuk, menimbulkan racun, kemasan kalengan tersebut akan mengelembung, sehingga makanan tersebut tidak layak lagi dikonsumsi.Seandainya produk strerilisasi tersebut telah dilakukan dengan sempurna, namun ada fakta yang harus kita ketahui bahwa pengaruh strerilisasi terhadap produk makanan tersebut baik buahan-buahan, sayuran, maupun jenis makanan hewani (daging maupun ikan) akan mengalami kemunduran kualitas baik dari sisi nutrisinya, maupun dalam bentuk teksturnya.
Dalam proses strerilisasi komersial yang dilakukan terhadap buahan-buahan, sayuran, maupun produk hewani, akan memiliki pengaruh terhadap produk makanan, diantaranya adalah:
Kerusakan Nutrisi. Pada saat kita melakukan mengelola/memasak makanan, baik sayur maupun jenis makanan lainnya, apabila dalam waktu yang cukup lama, maka kita akan melihat dampak dari makanan tersebut, mungkin akan berubah warna, atau kondis tekstur yang sudah layu, kita bisa bayangkan apabila makanan kalengan tersebut dilakukan proses strerilisasi dengan menggunakan suhu panas, maka dapat kita bayangkan banyak kandungan-kandungan gizi yang akan rusak, beberapa jenis Vitamin dan AA tertentu dapat rusak oleh karena panas yang dihasilkan pada saat proses strerilisasi tersebut, begitu juga dengan Vitamin A, B6, B2, B1, C, D, E, asam folat, inositol, asam pantotenat akan mengalami kerusakan.
Kerusakan Pigmen: beberapa jenis makanan akan mengalami kerusakan pigmen diantaranya daging: oksimioglobin menjadi metmioglobin (merah menjadi coklat), Klorofil menjadi pheophitin (hijau menjadi hijau kusam). Antosianan berinteraksi dengan ion logam: kusam, bahkan tekstur makanan tersebut akan mengalami kerusakan bentuk.

Banyak makanan yang di kemas dalam kalengan, telah dicampur dengan berbagai macam bumbu-bumbu serta rempah-rempah tambahan, dimana bumbu serta rempah tersebut bertujuan untuk memberikan rasa bagi makanan yang telah dikemas tersebut, serta bertujuan untuk proses pengawetan. Hal ini sangat tidak menyehatkan apabila kita konsumsi bagi tubuh kita, makanan tersebut apabila dikonsumsi secara terus menerus, dapat berdampak bagi kesehatan tubuh kita, kita akan mengalami gangguan pada saluran pencernaan, gangguan emosional (selalu gelisah, dan mudah tersinggung), sulit berkonsentrasi, dan masih banyak lagi masalah yang akan kita alami. Hal ini disebabkan oleh bumbu-bumbu yang telah dicampurkan dalam makanan kalengan tersebut, serta kualitas makanan yang sudah tidak menyehatkan.
Adalah baik bagi kita kalau memasak lebih sedikit dan memakan buah segar lebih banyak. Marilah kita mengajar orang banyak supaya memakan buah anggur segar, buah apel, jambu, mangga dan semua jenis buah-buahan yang dapat diperoleh. Biarlah buah-buahan itu disimpan untuk persediaan didalam botol atau tempat penyimpanan yang terbuat dari kaca, dari pada dalam kaleng.

Biji-bijian, buah-buahan, kacang-kancangan, sayuran yang bermacam-macam mengandung unsur makanan yang telah di sediakan Allah bagi kita. Makanan seperti ini jika disediakan dengan sederhana dan secara alamiah adalah makanan yang paling bergizi dan menyehatkan. Makanan itu memberikan kekuatan, daya tahan tubuh, kekuatan mental, yang tidak terdapat dalam makanan rumit yang merangsang. Dalam biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, ditambah kacang-kacangan, terdapat semua sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Oleh sebab itu marilah kita memasukkan sumber makanan yang menyehatkan bagi tubuh kita, agar kita memperoleh kesehatan yang sempurna.





Comments