top of page

Ibadah Sabat Alam di Tepi Danau Toba Pererat Persekutuan dan Semangat Misi Jemaat

Muara, Sumatera Utara – Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai pelaksanaan Ibadah Sabat Alam yang diselenggarakan oleh Jemaat Gideon Lobutolong bersama Jemaat Muara dan Jemaat Bakkara di tepian Danau Toba, kawasan Muara. Kegiatan ini menjadi momen yang indah untuk mempererat persekutuan, menguatkan iman, serta membangun semangat pelayanan di antara anggota jemaat.


Sejak awal, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk dukungan dan penguatan bagi Jemaat Muara yang berjumlah sekitar lima orang. Atas penyertaan Tuhan, Jemaat Bakkara turut bergabung dalam kegiatan ini bersama rombongan yang dipimpin oleh GMP Paulsen Sitanggang. Kehadiran seluruh peserta, termasuk anak-anak, membuat jumlah peserta mencapai hampir 80 orang.

Dengan latar keindahan alam Danau Toba, jemaat menikmati ibadah Sabat dalam suasana yang tenang dan penuh sukacita. Karena keterbatasan kapasitas tenda, kegiatan Sekolah Sabat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas dewasa dan kelas anak-anak, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti ibadah dengan nyaman.


Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. D. Tampubolon dengan tema "Pulang ke Rumah sebagai Jurukabar Kebenaran." Melalui khotbah tersebut, jemaat diingatkan bahwa ladang misi yang pertama dan terutama adalah keluarga sendiri. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dimulai dari rumah tangga masing-masing sebelum melayani masyarakat yang lebih luas.


Usai ibadah, seluruh peserta menikmati kebersamaan melalui acara potluck. Berbagai hidangan yang dipersiapkan oleh setiap RT Jemaat Gideon Lobutolong menjadi sarana mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara anggota jemaat.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Rumah Tangga yang dibawakan oleh Ibu Pdt. L. Tampubolon. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tiga prinsip penting agar Kristus benar-benar tinggal dalam setiap rumah tangga, yaitu:

  • Siap untuk menolong sesama anggota keluarga.

  • Tidak malu untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

  • Senang memberikan pujian dan penghargaan kepada pasangan maupun anggota keluarga.



Seminar berlangsung semakin hidup ketika dua pasangan suami istri diminta mempraktikkan bagaimana meminta maaf dan memberikan pujian kepada pasangan mereka. Momen tersebut menghadirkan suasana yang hangat, penuh makna, sekaligus mengundang senyum dan tawa seluruh peserta.


Keceriaan berlanjut melalui dua permainan yang melibatkan beberapa pasangan suami istri. Permainan pertama bertajuk "Jangan Ada Dusta di Antara Kita", yang menguji keselarasan jawaban pasangan terhadap berbagai pertanyaan. Permainan kedua, "Kita Adalah Satu", menantang pasangan untuk tetap bergandengan tangan sambil bekerja sama mengupas buah jeruk hanya dengan tangan yang bebas. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sukacita, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi, kerja sama, dan keharmonisan dalam kehidupan rumah tangga.


Sebelum menikmati keindahan Danau Toba melalui kegiatan berenang, seluruh peserta mengabadikan momen kebersamaan dengan sesi foto bersama sebagai kenangan atas Sabat yang penuh berkat tersebut.


Setelah rombongan Jemaat Muara, Bakkara, dan sebagian Jemaat Gideon kembali ke rumah masing-masing, masih tersisa beberapa keluarga bersama GMP Paulsen Sitanggang yang menikmati keindahan alam sekitar. Namun, suasana tenang tersebut tiba-tiba berubah ketika sebuah mobil pikap pengangkut tenda secara tidak sengaja menghantam pondok tempat beberapa anak sedang beristirahat hingga pondok bergeser dari pondasinya.


Atas kasih dan perlindungan Tuhan, tidak seorang pun anak mengalami cedera. Bahkan anak-anak yang berada di lokasi turut membantu mengangkat kembali pondok tersebut ke posisi semula. Peristiwa ini menjadi pengingat akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan yang nyata sepanjang kegiatan berlangsung.


Menjelang sore, cuaca berubah dengan datangnya angin kencang, petir, dan hujan. Demi keselamatan bersama, seluruh peserta memutuskan untuk mengakhiri kegiatan dan kembali ke rumah masing-masing.


Kontributor:Ibu Pdt. L. TampubolonGembala Distrik Humbang Hasundutan
Kontributor:Ibu Pdt. L. TampubolonGembala Distrik Humbang Hasundutan

Melalui rangkaian kegiatan ini, jemaat semakin dikuatkan dalam iman, dipersatukan dalam kasih, serta didorong untuk terus melaksanakan misi Kristus, dimulai dari keluarga hingga kepada masyarakat luas. Besar harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai bagian dari pelayanan yang membangun persekutuan, memperkuat keluarga, dan memuliakan nama Tuhan.


"Tetap semangat melayani, dan Tuhan Yesus memberkati."




Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page