top of page

🌸 Eci Limbong bersama orang muda serukan "Stop Normalisasi" di GPI Pantai Impian Tanjungpinang 🌸

Tanjungpinang — Semangat pembaruan iman dan penguatan karakter generasi muda mewarnai Ibadah Youth GPI Pantai Impian Tanjungpinang yang dilaksanakan pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, bertempat di Gedung GPI Pantai Impian, Jl. Pantai Impian, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta.

 

Dalam ibadah bulanan tersebut, turut hadir tiga belas orang muda dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Tanjungpinang yang berpartisipasi aktif dalam rangkaian ibadah.

 

Koordinator Youth GPI Pantai Impian, Jusran Hutasoit, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh peserta, khususnya kolaborasi lintas denominasi yang terjalin dalam suasana penuh persaudaraan.

 

Firman Tuhan disampaikan oleh Eci Agustina Limbong, tokoh muda dari GMAHK, dengan mengangkat tema “Stop Normalisasi” berdasarkan 2 Timotius 4:3, “'Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.…”.


Dalam penyampaiannya, Eci menegaskan kepada orang muda agar tidak membiarkan dosa atau penyimpangan menjadi sesuatu yang dianggap biasa hanya karena sering dilihat dan diterima oleh banyak orang. Dalam 2 Timotius 4:3, Rasul Paulus menubuatkan bahwa akan datang waktunya orang tidak lagi menerima ajaran sehat, melainkan mencari pengajar yang menyenangkan telinga dan sesuai dengan keinginan mereka. Ayat ini relevan dengan kondisi saat ini, ketika kebenaran sering disesuaikan dengan selera manusia, bukan dengan Firman Tuhan. Karena itu, Stop Normalisasi berarti berani menolak kompromi, tetap berpegang pada ajaran sehat, dan menjadikan kebenaran Alkitab sebagai standar hidup, meskipun bertentangan dengan arus budaya yang sedang berkembang.

Pada akhir khotbahnya, Eci menyampaikan sebuah kutipan yang sangat bermakna, "When one generation tolerates a sin, the next generation will celebrate that sin, and then the generation after that won't know it's a sin anymore" dan menegaskan bahwa ketika satu generasi mulai menoleransi suatu dosa, generasi berikutnya cenderung menganggapnya wajar bahkan merayakannya, dan pada akhirnya generasi setelah itu bisa kehilangan kesadaran bahwa hal tersebut pernah dianggap sebagai dosa. Artinya, kompromi kecil hari ini dapat berdampak besar di masa depan, karena standar moral yang longgar akan terus bergeser hingga kebenaran tidak lagi dikenali.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pesan khotbah, orang muda GMAHK turut mempersembahkan pujian dengan judul “Man of Galilee” yang mengajak jemaat untuk meneladani Yesus Kristus dalam berkata-kata, berjalan, berpikir, melihat, dan bertingkah laku. Suasana ibadah berlangsung khidmat, penuh sukacita, dan sarat makna.

 

Kolaborasi lintas gereja yang terjalin dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata toleransi internal umat Kristiani serta bagian dari implementasi moderasi beragama.

 

Ibadah Youth GPI Pantai Impian ini diharapkan menjadi momentum pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda agar tetap teguh dalam iman, berkarakter kuat, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat yang majemuk.


Comments

Rated 0 out of 5 stars.
No ratings yet

Add a rating
bottom of page